Peran Keluarga dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika



.
Narkotika menjadi sebagian dari persoalan serius yang dihadapi bangsa ini. Berbagi aturan telah dimunculkan dalam rangka mempersempit (hingga tujuan akhirnya menghilangkan) peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Sasaran empuk peredaran narkotika adalah remaja. Dari berbagai kasus penyalahgunaan narkotika yang berhasil ditangani Badan Narkotika Nasional (BNN), remaja usia sekolah & kuliah memiliki porsi jumlah korban yang cukup besar.
.
Lingkungan dan keluarga memiliki faktor penting, selain kekuatan spiritual. Lingkungan dinomorsatukan, mengingat seorang remaja secara psikis lebih dekat dan mudah dikondisikan oleh lingkungannya. Ketika terjerembab pada lingkungan yang tidak baik, berarti seorang remaja semakin dekat pada jurang penyalahgunaan narkotika.
.
Tak kalah penting, keluarga memiliki peran yang cukup vital. Remaja pengguna narkotika, sebagian berasal dari keluarga yang tidak tertata dengan baik, atau biasa disebut broken home. Kurangnya perhatian, pola asuh yang kurang tepat, hingga perselisihan internal dalam keluarga seringkali menjadikan seorang remaja depresi dan memilih berteman dengan narkotika.
.
Ilmu pengetahuan telah menunjukkan betapa bahaya narkotika. Seluruh agama melarang penggunaan narkotika. Info tersebut saya dapat dari Training of Trainers (TOT) Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), beberapa tahun silam. Hasil dari TOT tersebut adalah diluncurkannya buku yang berisi pandangan berbagai agama di Indonesia terkait larangan penyalahgunaan narkoba, didasarkan pada dalil masing-masing agama.
.
Badan Narkotika memiliki berbagai program untuk turut serta menunjang ketahanan keluarga dari penyalahgunaan narkotika. Tahun 2019 ini, salah satu mahasiswi Prodi Hukum Keluarga Islam UMSurabaya, dalam bimbingan saya menulis tugas akhir berupa skripsi terkait Program Keluarga Anti Narkotika di Badan Narkotika Kota Surabaya.
.
Yang terbaru, tadi malam (16/9) saya membantu mendiskusikan bagaimana peran keluarga untuk mencegah penyalahgunaan narkotika. Sosialisasi ini sebagai bagian dari penilaian kampung sehat tingkat RT se-wilayah pemerintahan Kota Surabaya. Indikator “bebas narkoba” memiliki poin penilaian yang cukup besar untuk mewujudkan kampung sehat. Secara sistemik, keharmonisan rumah tangga dan komunikasi yang baik antara anggota keluarga menjadi salah upaya membebaskan lingkungan dari bahaya kecanduan narkotika.
.
Apapun yang menjadi candu, adalah berbahaya. Termasuk juga cinta. Wajar jika banyak “sadboy” alias sobat ambyar yang duduk menikmati senja, meneguk kopi sembari bersajak, “Bagiku, kamu adalah candu. Bagimu, aku hanyalah canda”, #ea