Anak Gue, Laki Banget


Sementara, dinding ruang tengah dijadikan sebagai sentra galeri lukisan thole saya. Ia sedang pada masa hobi mendayagunakan otak kanan. Lukisan burung tak bermata, kalkun, pisau ber-rambut, bintanglima, dan lain-lain dipajang bak sedang masa pameran.
.
Dalam ilmu otak (neurosains), otak seseorang secara fisik terdiri dari otak kiri dan kanan. Otak kiri memiliki fungsi rasionalitas, dan otak kanan dengan fungsi imajinatif. Antara keduanya, terdapat serat penghubung (corpus callosum) yang mana pada otak laki-laki lebih tipis daripada perempuan. Akibatnya, perempuan lebih multitalent, karena dapat menggunakan dua bagian otaknya secara bersamaan dengan lebih maksimal. Sementara laki-laki, tidak bisa semaksimal perempuan.

Perbedaan ketebalan penghubung tersebut berdampak pula pada perkembangan anak. Pada anak laki-laki usia 0-6 tahun, akan sangat sangat berkembang otak kanannya. Pada usia yang sama, anak perempuan kuranglebih sama aktifnya, hanya tinggal bagian mana yg lebih dominan. Imbasnya, anak laki-laki terus senang bermain, sementara anak perempuan sudah mampu belajar.

Anak saya sudah hafal banyak nada lagu, meski sama sekali tak hafal liriknya. Nada adalah otak kanan, lirik di kiri. Termasuk nada orang tilawah, naik-turunnya nada mengaji, menirukan suara-suara yg asing, thole sudah bisa. Suatu ketika, thole ditanya “siapa temanmu yg sudah menghabiskan buku belajar baca?” Tanpa nunggu jawaban thole, saya tebak bahwa pasti cewek. Selain karena ilmu pengetahuan bilang begitu, saya juga tahu bahwa thole saya cukup kenal dengan cewek-cewek di sekolahnya, minimal di kelasnya.

Kegemarannya berimajinasi juga dalam bentuk memainkan benda mati yang diimajinasikan seolah hidup. Yang paling sering diimajinasikan, tentu mobil-mobilan. Tiap malam jelang tidur, ia habiskan waktu untuk memarkir puluhan mobilnya ke dalam garasi yang telah ia siapkan. Bahkan, sampai seisi penghuni rumah tertidur, kadang ia belum selesai memarkirkan kendaraannya.

Bapaknya juga memarkir kendaraan. Selain di garasi beneran, juga memarkir di aplikasi “parking” via gawai android. Cowok memang tak pernah dewasa. Hanya umurnya yang tambah tua, dan mainannya yang makin mahal. Dasar, bocah lanang.